Laman

Minggu, 26 Februari 2012

kalo boleh jujur

jujur.


gua udah gak sabar untuk lulus dari SMA. 
udah gak sabar untuk di wisuda dan ditendang dari gedung oren yang sekarang menjelma ijo kayak madrsah itu. 
menanggalkan seragam putih abu abu yang selama ini selalu gua pake dari jam setengah 7 pagi sampe lebih dari jam 2 siang, dari senin sampai jumat, dari juli sampai juni, dari tahun pertama sampai tahun ketiga.
gak sabar untuk melambai bahagia kepada teman teman dan anak anak bolang, di terminal, stasiun, maupun bandara. melepas kepergian masing masing ke universitas tujuan.
gak sabar untuk merasakan kehidupan baru dengan status siswa yang di tempelin kata 'maha'.
gak sabar untuk ketawa-ketiwi-dan-menangis-haru sambil liatin bts.
gak sabar untuk mengenang masa masa 'indah' semasa menimba ilmu di institusi penyiksaan berlebel SMA unggulan.
gak sabar untuk melihat masing masing dari kita pake almamater warna warni, yang selama ini kita impi impikan.
gak sabar untuk memulai kehidupan baru dengan semua yang serba baru.


tapi.... kalo boleh jujur juga.
gua takut menghadapi itu semua.


gua belum mau mendapat tanggung jawab yang sebegitu besar.
belum mau menghadapi betapa keras nya persaingan memperebutkan bangku universitas.
belum siap menatap lembaran kertas berisi soal UN dan SNMPTN.
belum siap untuk menyadari betapa kerasnya kehidupan di luar pagar gedung ijo oren.
belum rela membayar 2500 untuk naik angkot dan 2000 untuk metromini.
belum mau berpisah dari semua yang nemenin gua selama 3 tahun ini.
belum tau mau jadi apa nantinya.


tapi cepat atau lambat, semua akan terjadi kan ya? entah sesuai harapan atau tidak, bumi akan terus berotasi dan evolusi. walaupun katanya 2012 kiamat atau apa kek, semesta akan tetap bekerja dengan caranya. 
gak perlu repot repot mengutuk waktu kan? jutaan orang di luar sana sudah dengan senang hati menuding waktu, mewakilkan gua. si waktu juga pasti udah biasa dikambing hitam kan. tapi dia gak acuh, dan tetap berjalan dengan caranya. 


yang terbaik yang bisa dilakukan saat ini cuma siap siap untuk semua kemungkinan yang akan terjadi. probabilitas yang tak terbatas. gak mungkin menggunakan rumus permutasi combinasi dan peluang untuk probabilitas kali ini. hanya pasrah juga pasti gak ada gunanya.


jadi ya... bersiap siap sajalah. ==


oh Tuhan, tuntunlah hamba ke koordinat yang benar. 

0 komentar:

Poskan Komentar